Wednesday, September 21, 2011

Pengenalan Internet Untuk Anak


Tanpa terasa masa pengenalan Internet telah berlalu. Internet tidak lagi asing bagi kita. Kini Internet telah menjadi kebutuhan tersendiri, karena banyaknya manfaat dan fasilitas yang dapat diambil darinya. Salah satunya adalah E-mail, yang kini telah menduduki peran yang signifikan dalam komunikasi baik personal maupun instansi dan lembaga. E-comerce pun telah menjadi alternatif lain dari dunia bisnis.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, ada hal yang mungkin lepas dan perhatian kita. Begitu mudah informasi didapat oleh siapa saja yang dapat mengakses internet. Anak-anakpun, bila tidak dijaga dan diarahkan, pasti akan terimbas oleh dampak negatifnya.

Menurut Dr. Howard Gardner dari Harvard University, Amerika Serikat, pada diri seorang anak biasanya terdapat tujuh kemampuan (intelegensi). Tujuh intelegensi itu meliputi:
1. Kemampuan dasar seseorang, yaitu bahasa atau linguistik.
2. Kemampuan logika yang mencakup rasionalitas, mengurutkan kejadian atau menarik hubungan antara simbol yang satu dengan lainnya.
3. Kemampuan visual, yaitu kemampuan berpikir berdasarkan gambar, ruang, atau bentuk.
4. Kemampuan musikal atau ritme.
5. Kemampuan mengendalikan atau meningkatkan fisiknya.
6. Kemampuan interpersonal, yaitu kemampuan berhubungan dengan orang lain.
7. Kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk kewas¬padaan din.

Dengan mengacu pada ketujuh kemampuan tersebut, teknologi Internet yang diajarkan dengan tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal 4 kemampuan. Tak heran bila beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia menjadikan komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengajarkan Internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah tersebut anak dipandu untuk mempelajari Internet. Mereka memiliki pembimbing yang menunjukkan berbagai hal positif dari Internet.

Anak yang tidak diberi pengertian dan pelajaran mengenai Internet, kebanyakan akan mendapatkannya dari teman-teman sebayanya. Bila demikian maka tidak jarang hal-hal negatif yang terlebih dahulu terekam dalam otaknya. Tentu hal ini tidak diharapkan akan terjadi.

Kebanyakan anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Teman-teman mereka akan dengan bangga menunjukkan apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan, sebelumnya termasuk hal-hal yang negatif.

Untuk masa sekarang, bila harus menyediakan fasilitas Internet untuk semua sekolah jelas merupakan hal yang mustahil. Untuk menyediakan komputer beserta modemnya membutuhkan anggaran yang besar. Sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas Internet bisa mencoba untuk mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual komputer dan lembaga kursus komputer.

Namun bila sekolah benar-benar tidak mampu menyediakan fasilitas tersebut maka Anda sebagai orangtua wajib mewujudkannya. Anda tidak harus berlangganan Internet untuk putra-putri Anda. Anda dapat mengajak anak-anak Anda ke warnet di waktu-waktu tertentu dengan jadwal yang Anda atur sendiri. Bila Anda melakukannya dengan tepat, hal ini sudah cukup efektif untuk mengajarkan Internet pada anak.

Internet dalam Bahasa Anak-anak
Internet di mata anak-anak merupakan sesuatu yang abstrak. Mereka belum memahami manfaat nyata Internet bagi kehidupan mereka sehari-hari. Anda dapat menggunakan pendekatan yang sesuai dengan ketertarikan anak-anak, seperti tokoh idola, cerita kepahlawanan, ataupun permainan. Berbagai hal yang menarik perhatian anak dapat digunakan untuk memperkenalkan mereka dengan Internet.

Anak-anak akan lebih mudah menerima jika pembelajaran Internet disampaikan dalam bentuk cerita. Orang tua dapat menceritakan bagaimana polisi memburu penjahat dengan memanfaatkan Internet guna mendapatkan data dan informasi. Melalui Internet, polisi dapat mencari nama, alamat, dan melihat foto terakhir sang penjahat sehingga pada akhirnya polisi dapat menangkap penjahat tersebut.

Contoh lain, Anda dapat mengajak anak-anak untuk mencari berita tentang tokoh idola mereka. Dan Internet mereka dapat mengkoleksi foto-foto, berkirim surat, membaca informasi terbaru, atau bahkan mengobrol secara langsung dengan tokoh idola tersebut.

Untuk mengembangkan wawasan anak, Internet dapat diilustrasikan sebagai sebuah perpustakaan yang paling lengkap. Dengan Internet anak-anak dapat memilih buku cerita tentang pengetahuan alam, pengetahuan sosial, olah raga, atau kartun. Di sini anak-anak dirangsang untuk mengeksplorasi Internet sesuai keinginan dan kebutuhannya. Dengan begitu maka anak akan dapat menarik kesimpulan sendiri tentang sarana yang bernama Internet itu.

Namun yang harus diingat adalah dunia anak adalah dunia bermain. Bermain merupakan metode yang dipakai seorang anak untuk belajar menjadi dewasa dan mandiri. Bermain juga berguna untuk melatih berbagai macam bakat dan keterampilan. Dengan demikian dalam membantu anak belajar sebaiknya tidak menggunakan cara-cara yang formal dan kaku. Sesuaikan pengajaran dengan umur anak dan jangan tergesa mengajarkan hal-hal yang rumit. Ketertarikan awal sangat penting bagi proses pengajaran selanjutnya. Bila perlu tunjukkan kesenangan yang dapat diperoleh anak melalui Internet. Misal, bila anak suka membaca, bawa mereka ke situs-situs yang menyediakan cerita-cerita anak. Bila anak senang bermain, Internet juga menyediakan situs-situs yang berisi permainan (game). Dengan membuka situs-situs tersebut maka anak-anak dapat belajar, bermain, dan bergembira. Dengan demikian secara tidak langsung pengajaran Internet pada anak sudah dilakukan.

Definisi yang Tepat
Tentu saja Anda sendiri sudah harus tahu apa itu Internet sebelum mengajarkan Internet kepada anak-anak. Namun demikian bukan definisi yang Anda peroleh lewat kamus yang dapat Anda berikan kepada mereka. Anda harus menggunakan kalimat yang sederhana agar mereka dapat mengerti. Salah satu pengajar anak-anak CLC (Creative Learning Centre) Al Firdaus, Yuni Wulandari, S.sos., mengungkapkan bahwa anak-anak sulit menerima penjelasan secara langsung. Definisi teknis sebaiknya jangan diberikan. Anda dapat menggunakan ilustrasi yang sudah dikenal dengan baik oleh anak-anak.

Untuk anak-anak yang tinggal di kota besar Internet dapat diilustrasikan sebagai sebuah televisi dengan saluran (channel) yang tak terhingga. Hanya saja untuk mengganti channel tidak dapat dilakukan seperti di televisi yang hanya tinggal pencet tombol. Di Internet mereka harus terlebih dahulu mengetik alamat channel yang akan dituju. Misal, bila ingin mengunjungi channel Unikids, anak harus terlebih dulu menulis unikids.com. Ilustrasi seperti ini akan lebih mudah dicerna oleh anak.

Jangan heran bila kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari anak. Beberapa contoh pertanyaan lanjutan yang sering terlontar misalnya: “Mengapa tidak ada filmnya?”, “Mengapa tidak ada iklannya?”, “Kok tidak ada suaranya?”, dan lain-lain. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut harus sesuai dengan ilustrasi yang dikemukakan. Anak mungkin akan bingung jika kita menggunakan ilustrasi yang berlainan. Saat mengajar Internet pada anak, tidak perlu memberikan teori terlebih dahulu. Mengingat daya ingat anak masih sangat terbatas, akan lebih baik bila pembelajaran langsung dilakukan dengan praktek, langsung dengan memegang komputer bersama anak.

Thursday, July 7, 2011

Sejarah INTERNET di Indonesia

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Internet Service Provider Indonesia

Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.

Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Cuplikan-cuplikan Perjuangan IT & Internet Indonesia

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia di dalam internet terdapat hal-hal yang bermanfaat seperti informasi, artikel edukatif dan lain sebagainya

Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.